Text
KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA DALAM PRESPEKTIF ETNOBOTANI BUDAYA
Keistimewaan Yogyakarta dalam perspektif etnobotani budaya terletak pada hubungan harmonis antara masyarakat dan keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, ritual, serta tradisi adat yang berakar kuat pada filosofi Jawa. Berbagai jenis tanaman tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan dan obat tradisional, tetapi juga memiliki makna simbolik dalam upacara adat, seperti palawija, pisang, kelapa, dan bunga-bungaan yang menjadi unsur penting dalam prosesi mitoni, tedhak siten, hingga siraman pengantin. Di lingkungan Kraton Yogyakarta, tanaman seperti nagasari, sawo kecik, dan kepel dipelihara sebagai simbol moralitas, kesucian, dan keanggunan yang merepresentasikan nilai hidup masyarakat Jawa. Selain itu, pengetahuan lokal tentang pemanfaatan tanaman obat—misalnya temulawak, jahe, kunyit, dan kencur—masih lestari melalui tradisi jamu yang diwariskan turun-temurun. Keterpaduan antara kearifan lokal, budaya spiritual, dan pemanfaatan tumbuhan inilah yang menjadikan Yogyakarta memiliki keistimewaan etnobotani yang khas, kaya makna, dan bernilai tinggi bagi kelestarian budaya maupun konservasi hayati.
Tidak tersedia versi lain